
Gerakan mahasiswa adalah gerakan murni yang berjalan sesuai dengan naluri rakyat indonesia, hampir semua gerakan mahasiswa terutama gerakan mahasiswa 1998 benar-benar suara rakyat yang diteriakan oleh mahasiswa - mahasiswa. saya sendiri pun pernah menjadi bagian dari gerakan mahasiswa itu sekitar tahun 2002-2005 walaupun hanya sedikit sumbangsih saya disana.
Apakah benar gerakan mahasiswa benar - benar murni meneriakkan penderitaan rakyat indonesia?? saya katakan tidak jika pertanyaan ini ditanyakan setelah tahun 1999 sampai saat artikel ini ditulis. salah satunya adalah penurunan paksa presiden abdurahman wahid atau yang lebih akrab dipanggil gusdur. menurut opini saya gerakan mahasiswa pada saat penurunan gusdur adalah gerakan yang benar-benar bukan dari suara rakyat tetapi hanya suara "rakyat" yang ikut menyokong pergerakan mahasiswa pada waktu itu atau mungkin juga karena belum dewasanya berpolitik mahasiswa pada tahun - tahun awal reformasi.
Hari ini gus dur telah meninggal mengingatkan saya akan masa kepemimpinan dia selama 2 tahun. contoh kecilnya ketika saya akan membuat SIM di komdak Daan mogot tidak ada sedikitpun calo yang menawari saya untuk membuat SIM instan hingga saya harus berjuang sendiri melalui jalur legal untuk membuat SIM. mungkin karena hal - hal seperti inilah mantan presiden RI ini di jegal dari kursi kepemimpinannya dan yang paling parah didalamnya ada gerakan mahasiswa.
Karena gusdur pada waktu itu sering bepergian keluar negeri,banyak yang meragukan kinerja ia sebagai presiden, sekedar catatan pada waktu itu indonesia sedang terkoyak2 citranya di mata international karena kasus Timor - timur atau timor leste. Adalah sebuah strategi untuk gusdur untuk berkunjung kenegara-negara tetangga dan sahabat untuk mengembalikan citra indonesia dimata dunia.
Sekarang yang saya bisa lakukan adalah mendoakan beliau mudah-mudahan ia tenang bersamaNya. Selamat jalan bapak Abdurrahman Wahid.......
Apakah benar gerakan mahasiswa benar - benar murni meneriakkan penderitaan rakyat indonesia?? saya katakan tidak jika pertanyaan ini ditanyakan setelah tahun 1999 sampai saat artikel ini ditulis. salah satunya adalah penurunan paksa presiden abdurahman wahid atau yang lebih akrab dipanggil gusdur. menurut opini saya gerakan mahasiswa pada saat penurunan gusdur adalah gerakan yang benar-benar bukan dari suara rakyat tetapi hanya suara "rakyat" yang ikut menyokong pergerakan mahasiswa pada waktu itu atau mungkin juga karena belum dewasanya berpolitik mahasiswa pada tahun - tahun awal reformasi.
Hari ini gus dur telah meninggal mengingatkan saya akan masa kepemimpinan dia selama 2 tahun. contoh kecilnya ketika saya akan membuat SIM di komdak Daan mogot tidak ada sedikitpun calo yang menawari saya untuk membuat SIM instan hingga saya harus berjuang sendiri melalui jalur legal untuk membuat SIM. mungkin karena hal - hal seperti inilah mantan presiden RI ini di jegal dari kursi kepemimpinannya dan yang paling parah didalamnya ada gerakan mahasiswa.
Karena gusdur pada waktu itu sering bepergian keluar negeri,banyak yang meragukan kinerja ia sebagai presiden, sekedar catatan pada waktu itu indonesia sedang terkoyak2 citranya di mata international karena kasus Timor - timur atau timor leste. Adalah sebuah strategi untuk gusdur untuk berkunjung kenegara-negara tetangga dan sahabat untuk mengembalikan citra indonesia dimata dunia.
Sekarang yang saya bisa lakukan adalah mendoakan beliau mudah-mudahan ia tenang bersamaNya. Selamat jalan bapak Abdurrahman Wahid.......

No comments:
Post a Comment