My Blog List

Friday, December 21, 2012

Pengemis lampu Merah VS Matematika



Pasti agan pernah liat pengemis di jalanan. kita kadang sedih ngeliat nasib mereka dan kemudian ngasih uang sekedarnya baik seribu ataupun 2ribu (beberapa ada yang kasih lebih dari itu). tapi pernah ga agan hitung dengan matematika berapa sih penghasilan mereka dalam satu bulan. disini ane cuma mengillustrasikan dengan matematika berapa sebenarnya penghasilan mereka.

Berapa kali mereka bisa mengemis dalam 1 hari

seperti agan2 ketahui dalam 1 jam itu ada 3600 detik dan kita ambil sample lampu merah dengan perbandingan 60:90 (Maksudnya lampu hijaunya 60 detik terus lampu merahnya 90 detik). berarti dalam satu waktu dia mengemis dibutuhkan waktu 150 detik (90 detik aktif mengemis + 60 detik idle/berhenti mengemis untuk menunggu lampu merah). jadi dalam 1 jam mengemis mereka bisa aktif mengemis sebanyak 24 kali (3600 detik dibagi 150 detik = 24).

Berapa waktu kerja mereka dalam 1 hari. di sini ane buat asumsi mereka kerja 10 jam perhari (soalnya kalo ane berangkat kerja jam 8 mereka sudah ngetem aja dilampu merah dan kalo ane pulang jam 8an malam tetap aja orang yang sama disitu2 juga --> 12 Jam dipotong waktu makan + istirahat 2 jam-an jadi 10 jam).

karena dalam 1 jam mereka bisa mengemis sebanyak 24 kali maka dalam 10 jam kerja (dalam sehari) mereka bisa aktif mengemis sebanyak 240 kali.

sekarang masalah uang yang mereka dapat selama aktif mengemis dalam 1 kali mengemis. lagi2 disini ane coba beramsumsi mereka rata2 dapat 2ribu rupiah dalam 1 kali mengemis.

terus berapa penghasilan per hari mereka?

Maka dalam 1 hari mereka bisa mendapatkan uang sekitar 240 x 2000 Rupiah = Rp. 480.000.-
Sedangkan dalam 1 bulan mereka bisa mendapatkan uang sekitar Rp. 14.400.000.- / Bulan



Catatan tambahan :

Tentu saja mereka tidak terima uang bulat - bulat sebesar itu dalam sebulan. bis saja lebih ataupun kurang. ada beberapa faktot yang mempengaruhi :

Faktor yang menaikan pendapatan :
  • Pengemis pasang muka sangar. terdengar lucu tetapi ini benar apa adanya. kadang2 orang takut dengan pengemis2 macam begini. mereka lebih ingin cari aman dengan "Hanya" memberikan uang 1000 ataupun 2000 rupiah.
  • Faktor bentuk fisik pengemis. makin terlihat cacat pengemis makin banyak yang memberikan. contohnya pengemis penderita kusta. dari pada konsumen "jijik" melihat penyakit pengemis tersebut mereka pun buru2 memberikan uang ke pengemis agar mereka cepat2 pergi dari pandangannya. btw, ini hanya opini saya belum ada penelitian yang membuktikannya
  • Sedikit mengancam. secara terimplisit kadang beberapa pengemis mengancam yang membuat konsumennya tidak terasa nyaman.
  • Kreatifitas. Faktor ini ada meskipun sedikit.

Faktor yang menurunkan pendapatan :
  • Displin kerja yang kurang. di ilustrasi atas saya menggambarkan kalo pengemis bekerja 10 jam kerja dengan waktu istirahat 2 jam. tetapi seperti yang kita ketahui. pengemis tidak mempunyai etos kerja yang tinggi. sehingga
  • Konsumtif. kalo yang ini ada disemua lini masyarakat Indonesia
  • Narkoba. hall ini yang benar2 sulit di hindari dari masyarakat bawah di Indonesia. Narkoba hampir merenggut hampir semua pendapatan masyarakat.

Wednesday, July 11, 2012

Ketua MK: Ateis dan Komunis Diperbolehkan

    Pagi - pagi buta jam 2 pagi tiba-tiba terbangun dari tidur dan tidak bisa tidur lagi. mau ngapain lagi kecuali browsing selagi layanan internet yang agak butut dari Sit** Wimax lagi lancar2nya. Seperti biasa buka FB dan twitter untuk daily checking (Well, actually hourly checking :P) dan lagi2 tidak ada yang menarik di dua jejaringan tersebut.
Akhirnya saya membuka website Kompas.com dengan tujuan utama melihat perkembangan terbaru dari Pilkada DKI yang akan diadakan hari ini. Mungkin ada berita penting yang bisa mengubah pandangan politik saya. seperti contohnya (walaupun tidak mungkin) "Foke akan membagikan semua hartanya untuk warga Jakarta dan bersedia tidak menerima dana apapun selama menjabat menjadi gubernur jika terpilih". Akhirnya setelah browsing kesana kemari di Kompas.com saya tidak menemukan sesuatu yang fantastis seperti itu untuk urusan Pilkada DKI 2012.
 
         Tetapi ada sesuatu yang mengejutkan di halaman Kompas.com ketika melihat link dengan judul "Ketua MK: Ateis dan Komunis Diperbolehkan". saya pun membukanya dan membaca dengan terperinci (termasuk membaca komentar2 dari Pembaca Kompas). Membaca tulisan Kompas.com seperti yang saya kutip seperti dibawah ini :

"JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyatakan, keberadaan golongan penganut ateis dan komunis di Indonesia diperbolehkan. Hal tersebut mengacu pada konstitusi bahwa kebebasan harus dianggap setara.
"Semenjak ada MK, kebebasan individu ateis dan komunis bebas menjalankan apa yang dianutnya di Indonesia. Tapi mereka tidak boleh mengganggu kebebasan orang lain, terutama orang yang menganut agama tertentu. Kebebasan harus dianggap sama," ujar Mahfud MD di sela-sela konferensi pers kedatangan Angela Merkel di MK, Jakarta, Selasa (10/7/2012).
Menurut Mahfud, pelarangan terhadap keberadaan individu ateis dan komunis melanggar hak asasi manusia. Begitu juga bahwa penganut ateis dan komunis, mereka tidak boleh mengganggu keberadaan individu beragama.
Pernyataan dari Mahfud yang memperbolehkan seorang ateis dan komunis hidup di Indonesia didasarkan pada pertanyaan eksplisit Kanselir Jerman, Angela Merkel, yang menyinggung kebebasan beragama dan proses demokratisasi di Indonesia.
Pelarangan atas keberadaan individu ateis ataupun komunis adalah sama saja dengan melanggar upaya penegakan HAM dan demokratisasi yang sedang berjalan di Indonesia"
sumber
          Sebenarnya soal ateis dan komunis jika diperhatikan secara hukum tidak ada yang melarangnya. tetapi selama ini kita seperti terbelenggu untuk membicarakan hal tersebut dikarenakan adanya doktrin - doktrin yang kita terima semenjak masa sekolah. bahkan ancaman2 dari pihak militer (saya pernah mengalami hal ini). Tetapi kemarin seorang Ketua Mahkamah Konstitusi Bapak Mahfud MD yang saya kagumi seakan2 memperjelas dan bahkan menggaris bawahi bahwa kebebasan individu ateis dan komunis bebas menjalankan apa yang di anutnya.
          Terima kasih Bapak Mahfud MD atas pernyataannya. meskipun saya yakin esok hari akan banyak sumpah serapah yang datang dari kaum barbar, garis keras dan kaum fundamentalis. Tetapi, saya yakin karena pemimpin2 berpikiran maju seperti bapak Mahfud MD. saya tetap bangga menjadi orang Indonesia karena demokrasi di Indonesia memang ada dan untuk teman - teman ateis dan komunis untuk tidak takut lagi membuka jati diri anda (meskipun saya bukan salah satunya) :)