Pasti agan pernah liat pengemis di jalanan. kita kadang sedih ngeliat nasib mereka dan kemudian ngasih uang sekedarnya baik seribu ataupun 2ribu (beberapa ada yang kasih lebih dari itu). tapi pernah ga agan hitung dengan matematika berapa sih penghasilan mereka dalam satu bulan. disini ane cuma mengillustrasikan dengan matematika berapa sebenarnya penghasilan mereka.
Berapa kali mereka bisa mengemis dalam 1 hari
seperti agan2 ketahui dalam 1 jam itu ada 3600 detik dan kita ambil sample lampu merah dengan perbandingan 60:90 (Maksudnya lampu hijaunya 60 detik terus lampu merahnya 90 detik). berarti dalam satu waktu dia mengemis dibutuhkan waktu 150 detik (90 detik aktif mengemis + 60 detik idle/berhenti mengemis untuk menunggu lampu merah). jadi dalam 1 jam mengemis mereka bisa aktif mengemis sebanyak 24 kali (3600 detik dibagi 150 detik = 24).
Berapa waktu kerja mereka dalam 1 hari. di sini ane buat asumsi mereka kerja 10 jam perhari (soalnya kalo ane berangkat kerja jam 8 mereka sudah ngetem aja dilampu merah dan kalo ane pulang jam 8an malam tetap aja orang yang sama disitu2 juga --> 12 Jam dipotong waktu makan + istirahat 2 jam-an jadi 10 jam).
karena dalam 1 jam mereka bisa mengemis sebanyak 24 kali maka dalam 10 jam kerja (dalam sehari) mereka bisa aktif mengemis sebanyak 240 kali.
sekarang masalah uang yang mereka dapat selama aktif mengemis dalam 1 kali mengemis. lagi2 disini ane coba beramsumsi mereka rata2 dapat 2ribu rupiah dalam 1 kali mengemis.
terus berapa penghasilan per hari mereka?
Maka dalam 1 hari mereka bisa mendapatkan uang sekitar 240 x 2000 Rupiah = Rp. 480.000.-
Sedangkan dalam 1 bulan mereka bisa mendapatkan uang sekitar Rp. 14.400.000.- / Bulan
Catatan tambahan :
Tentu saja mereka tidak terima uang bulat - bulat sebesar itu dalam sebulan. bis saja lebih ataupun kurang. ada beberapa faktot yang mempengaruhi :
Faktor yang menaikan pendapatan :
- Pengemis pasang muka sangar. terdengar lucu tetapi ini benar apa adanya. kadang2 orang takut dengan pengemis2 macam begini. mereka lebih ingin cari aman dengan "Hanya" memberikan uang 1000 ataupun 2000 rupiah.
- Faktor bentuk fisik pengemis. makin terlihat cacat pengemis makin banyak yang memberikan. contohnya pengemis penderita kusta. dari pada konsumen "jijik" melihat penyakit pengemis tersebut mereka pun buru2 memberikan uang ke pengemis agar mereka cepat2 pergi dari pandangannya. btw, ini hanya opini saya belum ada penelitian yang membuktikannya
- Sedikit mengancam. secara terimplisit kadang beberapa pengemis mengancam yang membuat konsumennya tidak terasa nyaman.
- Kreatifitas. Faktor ini ada meskipun sedikit.
Faktor yang menurunkan pendapatan :
- Displin kerja yang kurang. di ilustrasi atas saya menggambarkan kalo pengemis bekerja 10 jam kerja dengan waktu istirahat 2 jam. tetapi seperti yang kita ketahui. pengemis tidak mempunyai etos kerja yang tinggi. sehingga
- Konsumtif. kalo yang ini ada disemua lini masyarakat Indonesia
- Narkoba. hall ini yang benar2 sulit di hindari dari masyarakat bawah di Indonesia. Narkoba hampir merenggut hampir semua pendapatan masyarakat.



No comments:
Post a Comment